Senin, 21 Desember 2009

Me and great People (Eps.2)


My big family.... Really... Really love them...
Orang-orang yang sangat berarti dalam hidupku. Bagaimana tidak, merekalah yang paling tahu aku dari kecil hingga uzur kayak sekarang. (hehehe...) Apa yang kurasakan, merekalah yang tahu pasti, terutama mama... (Oh, never ever enough words to expressed how much I love her...!)
  • Mama. Sebuah kata yang selalu kudengungkan saat berada dalam senang maupun sedih. Keindahan yang kulihat, saat-saat menyenangkan yang kualami, lagu-lagu indah yang kudengar, semuanya...semuanya... ingin kubagi dengannya... Tak ada sosok lain yang berharga dalam hati ini lebih darinya. Menyebutnya, mengingat jasa dan pengorbanannya selalu membuatku ingin berlari pulang untuk memeluknya. Ingin kuberi seisi dunia untuk membahagiakannya... Namun, rasanya itu pun tak cukup untuk membalas cintanya padaku... Mama, kusangat mencintaimu...
  • Bapak. Sosok yang kuagungkan, kusegani, namun namanya selalu hangat dihatiku. Terkadang bapak tidak setuju dengan pilihan-pilihan hidupku, walaupun sering aku tak menuruti perintahmu, seringkali pula bapak kecewa dengan tingkah lakuku, tapi, tak membuatmu berhenti membanggakan prestasi-prestasiku di hadapan kolegamu. Bapak, seharusnya aku berbakti pada apa yang menjadi kehendakmu. Walaupun mungkin bukan saat ini, tapi, aku akan melakukan yang terbaik, untuk membuatmu mengangkat kepala dengan bangga, dan terus bercerita kepada semua tentang anakmu yang nakal ini...
  • Abang Iksan. Saudara yang aneh. Begitulah teman-temanku berkata. Mereka heran dengan kedekatan kita. Kita selalu bertengkar hal-hal sepele, namun dalam hitungan detik bisa berbaikan semula. Pada saat jauh dari mama dan bapak, kau yang menjaga kami (aku dan Ery). Kau bahkan tak segan, membelikan kami "roti" pada saat-saat genting kami membutuhkannya. Padahal, jarang laki-laki yang mau melakukan hal itu. Kau juga tak segan berbelanja bahan-bahan dapur dan ikut mengantri dan bergosip dengan ibu-ibu tetangga di depan warung Mak Aya, karena kami malas keluar rumah. Kami hanya mau memasak, tapi males belanja. hehehe... Pokoknya banyak cerita dan kebanggaan yang kulamatkan padamu, karena sangat aku menghargai dan bersyukur memiliki kakak yang luar biasa sepertimu... Walaupun kini kau telah memiliki Mbak lukky dan Umam yang lucu, kau tetap seperti dulu, kakakku yang konyol, kekanak-kanakan tapi menyenangkan. Sangat menyenangkan.
  • Ery. Berpaut usia 3 tahun denganku, membuat kita dekat dari dulu. Ya, walaupun kau seringkali menjengkelkan, tapi, tak pernah berkurang sayangku padamu. Aku tahu, aku bukan kakak yang baik, yang bisa kau jadikan panutan. Tidak, jangan contohi aku. I'm not a perfect model. Tapi, satu yang ingin kuwujudkan untukmu, kau harus raih mimpimu, biar mama dan bapak bangga padamu, biar semua tahu kau adik kebanggaanku.
  • Si bungsu Nurul. Dari kecil aku sudah tahu kalau kau itu cerdas. Terpaut 13 tahun, kelahiranmu membuatku belajar secara otodidak menjadi pengasuh sekaligus kakak. Kecerdasan yang kau tunjukkan semenjak kecil, membuatku gemas selalu ingin menciummu. Bahkan kini setelah usiamu 12 tahun, kau masih tetap menggemaskan bagiku. Celetukanmu tetap merupakan humor cerdas yang unpredictable buatku. Untuk anak seusiamu kau memang cukup dewasa, tak jarang kau kami mintai pendapat, semakin membuatku bangga padamu. Nurul, jadilah yang terbaik untuk keluarga kecil kita ini. Untuk kau dengan Ery, kakak akan melakukan apapun untuk membantu kalian meraih mimpi-mimpi...
My family are my soul, satu-satunya alasan yang membuatku berdiri tegak hari ini, walaupun kejadian-kejadian yang memukul jatuh diriku, membuatku sulit bernafas, tapi, mengingat kalian adalah batubara dalam motor hidupku. Hidupku terus berlanjut, karena cinta yang tak pernah putus yang ingin kupersembahkan pada kalian.... Mama, Bapak, Abang Iksan, Ery, Nurul, Mbak Lukky dan Umam... Aku sangat mencintai kalian...

Selasa, 08 Desember 2009

Life is about choice...


Memaknai hidup. Berbagai pendapat bahkan penelitian diungkapkan oleh filsuf-filsuf yang memang menyumbangkan umurnya melakukan pekerjaan itu. Hidup rasanya bagai misteri yang terus menerus dijadikan objek pembahasan. Namun, semakin lama dibahas, malah semakin bingung kita dibuatnya. Suatu ketika sebuah teori bisa menjadi terasa cocok dalam memaknai kehidupan, namun terkadang, bahkan seringkali, bertentangan dengan fakta yang terbentang di hadapan.

Begitu pula bagi diriku, sebuah perjalanan gila-gilaan kulakukan dalam seperempat abad hidupku. Meaningfull?? No. That's the answer. Crazy. Mungkin kata itu yang tepat menggambarkan masa-masa suram sekaligus indah, yang sampai sekarang bingung aku ketika mengingatnya. Aku merasa seperti kupu-kupu yang merasakan metamorfosis dalam hidup. Ada saat menjadi kepompong, lalu menjadi ulat yang tak berhenti menggeliat, namun saat ini, belum rasanya aku sampai pada tahap menjadi kupu-kupu nan cantik. Well, tidak tahu kapan itu akan terjadi.

Mungkin besok, atau entah kapan.

Namun, yang ingin kukatakan, bahwa berbeda setiap orang dalam memandang arti hidupnya. Tidak bisa kita melakukan gebyah uyah pada setiap pribadi. Karena hidup adalah mengenai bagaimana kita memilih. Hidup adalah rangkaian keputusan-keputusan yang kita pilih untuk dijalani. Namun, terkadang kita naif, menjustifikasi seseorang hanya karena perbedaan pilihan dalam memandang kehidupan. Kita dengan seenaknya memberikan label salah dan benar pada seseorang hanya karena pilihannya sesuai atau tidak sesuai dengan pilihan yang kita punya. Dengan semena-menanya kita menghakimi seseorang betul atau tidak, mulia atau hina, berbudi atau asusila. Hanya karena dia memiliki standar sendiri dalam hidup. Jengah rasanya melihat manusia, terasa begitu sombong merasa paling benar ketika menganggap dirinya sudah paling sesuai dengan kebanyakan orang yang mengaku berbudaya.

Hidup senantiasa berubah. Kita tidak tahu apa yang akan menimpa kita. Disudutkan, dihina, dianggap remeh, dilabeli asusila, hina, tidak berbudaya. Mungkin yang hari ini dialami orang lain, akan kita rasakan beberapa waktu kemudian. Lantas, ketika itu menimpa kita apakah kita akan terima diperlakukan sama? tentu saja tidak. Karenanya, jangan cepat menjustifikasi, menghakimi, merendahkan orang lain, karena bukan tidak mungkin, kehidupan yang memihak kita suatu saat akan menginjak-injak kita.

(*terinspirasi dari kejadian akhir-akhir ini yang terasa....MEMUAKKAN)

Minggu, 06 Desember 2009

For someone who called friend...


Friend, Sehari-hari tertawa bersama, bergosip ria bareng, tapi tetap saja sulit menguraikan hatimu... Sedihmu, tawamu, celetukan dan tingkah gilamu, tetap tak membuat aku mengenal betul perasaanmu Tapi yang kutahu, saat ini kau bersedih... Ditinggalkan dan meninggalkan... Kau tahu? Dia juga pasti sedih, Mungkin lebih dari yang kau rasakan, karena rasa itu bukan hanya mutlak milik dirimu. Kuyakin pasti dia juga... Friend, Tahukah? Sebenarnya ketegaranmu menginspirasi, ketidakpedulianmu membuatku iri Disaat dunia mencemoohmu, saat mereka yang menganggap dirinya paling benar menghakimimu... Dengan rasa cuek yang kau miliki, Kau tlah menggenggam kemenangan, Mereka kalah...!!! Friend, Salut atas rasa yang kau miliki untuknya, mimpi yang kau bangun bersamanya, cerita yang kau kisahkan pada kami, semuanya, semuanya...!! salut atas semua yang kau miliki...

Sabtu, 05 Desember 2009

Yang tersisa...

Ternyata dia masih ada...
Dalam setiap mimpi juga khayalan
Dia selalu hadir saat aku bersenandung
Mengingatinya dengan tembang kerinduan dan sakit hati
Hari ini, dia masih di hati ini
Walau senantiasa dia menyakitiku
Hati ini masih miliknya,
Walau dia pergi tanpa ungkap maaf
Kenapa dia masih bertahta,
sementara luka yang ditorehkannya
Begitu dalam dan masih basah
Segala sumpah serapah,
Kutukan dan pengingkaran
Luruh karena sejumput cinta yang tersisa
Kapan tangis ini berhenti ?
Kapan luka ini sembuh...?
Kapan wajahnya memudar dari hati ?
Kapan kenangan tentangnya akan pergi dari memory...?
Dan sejuta tanya kapan yang menggelayut dalam labirin pikiranku
Dalam selaput otakku
Semua yang tersisa masih nyata
Bahkan rasanya tak ingin kumelepaskannya
Sebab karena dialah, aku mengenal cinta...

Me and great People (Eps.1)


Aku dikelilingi orang-orang hebat...
Mereka yang selalu menginspirasi...
  • Bos G> Yang wow deh,,, Indonesia bangetsss... open minded n' cooperative....
  • My great sizta'> yang perfeksionis, cuek, emosional, tapi baiknya minta ampun...!
  • Akak R> Yang religius, penuh petuah, nasehat, sampe' bengong kita dengerinnya... yang akhirnya.... Nikah juga, btw, selamat akak...
  • Akak B> kocak,,, ngomongin akak yang chubby ini, aduh, pokoknya bikin senyam-senyum, nginget tingkah lakunya yang kadang konyol... FB mania yang fantasi seputar "G spot"nya wuih,,, unlimited deh!
  • Akak I> Yang cool, tapi ancurr juga... suka bikin ledakan2 lelucon yang unpredictable...
  • Akak M> Yang penuh semangat... selalu confidence, walau terkadang narcis.... hehehehe
  • Bro A> Yang kadang serius banget ama kerjaannya tapi, "tabrak" juga nih anak, suka terheran-heran ngedengerin celetukannya yang aneh bin ajaib,,,, hehehehe
  • Si "cute" F> Yang manis, baik hati, charmed n penuh perhatian... tapi lucu bangetss, speechless dech, buat ngegambarin manisnya dia...
  • Belum lagi, crew2 baseline yang ampunnnn......
  • Nice people for me... unforgettable..!!!

Jumat, 04 Desember 2009

Ego (Lelaki)

Kini hatiku ada dua cinta
Mau tak mau harus bilang apa
Ku memang ingin kedua-duanya
Jangan memaksaku memilih salah satunya

Memang tak puas kalau satu saja
Begitulah naluriku berkata
Sebagai laki-laki kupunya kuasa
Memilih wanita yang begini banyaknya

Jangan salahkan kami duhai putri
Tercipta dengan keinginan begini
Karena memang begitulah adanya
Jadinya engkau terima saja

Janganlah benci kami wahai putri
Walau begitu tak bisa kami sendiri
Karena nirwana pasti akan sepi
Jika dewa-dewa tanpa dewi

"Laki-laki memang semua buaya...
Tak pernah puas dengan satu saja
Walau berkorban dengan jiwa raga,
Akhirnya cintaku sia-sia...."

From blue of my heart

Memandang langit ada dirimu
Angin berhembus bawa namamu
Hati pun mulai nuansa biru
Hadirkan kerinduan...

Bila kau ada buatku malu
Bila dekatmu lidahku kelu
Kuharap engkau tahu hatiku
Dan jemputlah cintaku...

Izinkan aku bisa menemanimu selamanya
Menenangkanmu dalam pelukku
Membawakanmu indahnya cinta

Izinkan aku bisa disampingmu selamanya
Membasuh galau dihatimu
merangkaikan manisnya asa...

Memandang langit ada dirimu
Angin berhembus bawa namamu
Kuharap engkau tahu hatiku
Dan jemputlah cintaku...

With highschool classmates


With all my highschool classmates...
Their so charmed people, humble and unforgettable person
Miss all of you friends.............

Menari

Aku bergerak dengan indah mengikuti riak-riak kehidupan
Timbul tenggelam bersama denyut waktu yang terus berdetak
Bernafas...
Meracau...
Berteriak...

Tarian yang kupersembahkan rasanya tak ada habisnya
Senyum...
Tawa...
Ejekan...
Melapisi lembar demi lembar uraian hidupku

Ah,
Rasanya lelah tlah menggelayut manja otot-otot di kaki ini,
Namun berhenti bukan pilihan terbaik
Terus menari mengikuti gelombang kehidupan menjadi satu-satunya jawaban

Berdiri, terpapah oleh helaan semangat
Karena kuyakin untukku,
keberhasilan bukanlah pilihan,
melainkan sebuah KEHARUSAN!