Ternyata dia masih ada...
Dalam setiap mimpi juga khayalan
Dia selalu hadir saat aku bersenandung
Mengingatinya dengan tembang kerinduan dan sakit hati
Hari ini, dia masih di hati ini
Walau senantiasa dia menyakitiku
Hati ini masih miliknya,
Walau dia pergi tanpa ungkap maaf
Kenapa dia masih bertahta,
sementara luka yang ditorehkannya
Begitu dalam dan masih basah
Segala sumpah serapah,
Kutukan dan pengingkaran
Luruh karena sejumput cinta yang tersisa
Kapan tangis ini berhenti ?
Kapan luka ini sembuh...?
Kapan wajahnya memudar dari hati ?
Kapan kenangan tentangnya akan pergi dari memory...?
Dan sejuta tanya kapan yang menggelayut dalam labirin pikiranku
Dalam selaput otakku
Semua yang tersisa masih nyata
Bahkan rasanya tak ingin kumelepaskannya
Sebab karena dialah, aku mengenal cinta...
Dalam setiap mimpi juga khayalan
Dia selalu hadir saat aku bersenandung
Mengingatinya dengan tembang kerinduan dan sakit hati
Hari ini, dia masih di hati ini
Walau senantiasa dia menyakitiku
Hati ini masih miliknya,
Walau dia pergi tanpa ungkap maaf
Kenapa dia masih bertahta,
sementara luka yang ditorehkannya
Begitu dalam dan masih basah
Segala sumpah serapah,
Kutukan dan pengingkaran
Luruh karena sejumput cinta yang tersisa
Kapan tangis ini berhenti ?
Kapan luka ini sembuh...?
Kapan wajahnya memudar dari hati ?
Kapan kenangan tentangnya akan pergi dari memory...?
Dan sejuta tanya kapan yang menggelayut dalam labirin pikiranku
Dalam selaput otakku
Semua yang tersisa masih nyata
Bahkan rasanya tak ingin kumelepaskannya
Sebab karena dialah, aku mengenal cinta...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar