Jumat, 19 November 2010

Be Careful My Sulphate Acid


This day begun with good daily activities. Phone from him in the morning to advised me for praying. How sweet... Then I missed my breakfast because after praying I still continue to sleep, I still sleepy altough fresh water wash my oily face... hehehe... I came to my office and started held a safety meeting, then doing some exercise with environ team.

When I took some cakes from Fara in the office, I received a sms from my sulphate acid, which told me that he want to go to a distant place which is not phone signal covered for unlimited period. What...? Fiuh... why that so suddenly...?

But, for him, task is a task! must be implemented no matter whether far much or not, serious or not and even sudden. Yeah, I just want to say "be careful my sulphate acid, many prayers accompany your step. Always hope for your success... waiting for your back. Keep fighting babe...!!



Rabu, 17 November 2010

Hard day with more problem, sighh!


Arghghrgh...


Feel want to loudly screamin'...! Too much job must be handling, and limited man power my team had. Headache. Nyut...nyut...nyuttt...tuingggg...

And this noon heard about family matter. Yeah, when I found the time passed without family problem? Complicated family fighting about my cousins who involve in government officer test. And in the middle position is my little aunty who trying to help her brothers with her husband connection link. And you know the result is just one my cousin was success in the test. More tears falling down again. Akhh... And the other my cousin parents (a.k.a her brother) was angry... no...no it's big big angry...!! Fiuhh... I'm so sorry to my aunty... heard that make me sad too... Once more again since I told you in that day when you crying because same matter, sometimes good willing can't get good interpretated by people. They just saw the problem from one side without doing around thinking. And they always made bad justification and punished us with the damn words. Sighh...

Please aunty, keep steadfast hardly...
I just give my best support, and praying you can passed anything with beautiful smile. I stand beside you to console you that anything will be alright. They who cursed you will be proud you back. And please just down to earth when it happening.

And the other side my sulphate acid was becoming so sensitive. Boring to confront your mood babe... I just fighting for my future. And don't blame me when I leaving you if you do not also show all certainty. Babe, I just need the stabilization of life... Every human need that, including me! So, please understand for anything I decided. Our destiny are created by the Great Creator, Allah SWT and Allah knew what the best happening in our life.

Minggu, 14 November 2010

Confused...


Bingung banget...! Nggak ada budget untuk beli beberapa desire. Tapi tiap tidur malem en siang gag pernah gag mimpiin punya dua benda ini. Hiks, Masalahnya bener-bener butuh keduanya. Mau gimana ini...?

Kalo mau peduli banget dengan keharusan penghematan, rasanya memang gag usah beli aja... TAPIIII... keduanya penting. Hmphh... Yaasudh dech, kuat-kuatin hati beli keduanya biar nanti-nanti gag usah kepikiran. Yaa Allah, murahkan rezekiQ... Love U...

Kamis, 21 Oktober 2010

Di Atas Langit Masih Ada Langit

Waktu terus saja menunjukkan kesaktiannya. Tak menyangka aku saat ini kembali tiba pada situasi yang sama. Namun kali ini ada berbeda. Semuanya berjalan lembut, tak ada ketergesa-gesaan, tak ada hasrat yang menggebu-gebu, hanyalah ketenangan. Bahkan penuh kerahasiaan.

Tak menyangka, dalam perjalanan yang penuh teka-teki, ia menemukanku, meyakinkanku, dan membuktikan bahwa dirinya punya perasaan yang luar biasa besar, hati yang seputih mutiara dan rasa takut kehilangan yang teramat dalam. Meski sebagian besar orang mencelanya, mungkin karena fisiknya, bukan, bukan karena ia cacat, tidak sama sekali !! Hanya ia tak punya cukup banyak waktu untuk mempedulikan itu semua, dan memang ada alasan kuat yang membuatnya lebih baik harus seperti itu. Dan herannya, aku memahaminya...!!

Padahal dulu, aku juga bergabung dengan barisan orang-orang yang mencelanya, memandang remeh, menghina dan merendahkannya. Menertawakan gayanya, tutur katanya, bahkan sampai terbahak-bahak menahan perut. Ternyata, aku salah besar...!!

Dibalik semua package yang ia pakai membalut tubuh serta perangainya, ada mutiara. Benar sekali ada mutiara. Ketajaman dan kecerdasan pola pikirnya, dedikasi penuh pada pekerjaannya, keihklasan untuk menerima anugerah maupun ujian Allah padanya, kelembutan tutur kata dan perhatiannya, kesabarannya menghadapiku, serta tentu saja kebesaran hatinya untuk menerima semua kekuranganku, membuatku tarpana, terheran-heran, mendapati rasa malu yang tiba-tiba menyergap diriku. Dia begitu berkilau dengan kesahajaannya. Ah, benar kata mereka yang bijak, Don't judge the book from the cover...!!!

Ya Allah, maafkan aku telah menghina ciptaan-Mu. Terngiang-ngiang dalam benakku, saat ia membisikkan kata yang begitu menyentakku... "Diatas langit masih ada langit..."

Ya Allah, aku benar-benar malu. Bagaimana bisa orang yang mengaku berpendidikan sepertiku bisa bersikap rendah seperti itu. Kini, perlahan-lahan rasaku tiba pada perhentian yang menyenangkan. Membelai-belai perasaan, terutama pikiranku yang picik dan sempit. Aku mulai mengakui walaupun mungkin hanya dalam bisik yang mendesir laksana angin lalu. Walaupun dengan wajah memerah menahan malu juga tergelitik gengsi yang luar biasa... Hmm...




Kamis, 07 Oktober 2010

Words of today



.... K e e p F i g h t i n' !!!!!!!! ....



Jumat, 24 September 2010

Di Akhir Ramadhan

Sudah September.
Sebulan tidak menulis, rasanya kaku mau menulis lagi. Terlalu banyak peristiwa yang terlewat begitu saja, yang sayangnya terlewat untuk kutuliskan disini. Sangat malas membiarkan jari-jari ini menari-nari di atas tuts komputer.

Ramadhan telah berlalu berganti Syawal yang syahdu. Di akhir Ramadhan, tiba-tiba "my lovely grandma" jatuh sakit. Sangat menyedihkan. Bagaimana tidak, biasanya beliau sangat bersemangat menyambut seluruh keluarga dekat maupun jauh, tetangga-tetangga, meyalami satu-persatu kanak-kanak yang bergembira mencium tangannya. Maklum, beliaulah kini yang tertua dan masih tersisa, yang lainnya telah kembali ke Rahmatullah. Namun, kali ini, dengan senyum yang dipaksakan karena menahan sakit yang tak terperi, beliau menyambut orang-orang yang beliau kasihi...

Disampingnya, aku hanya bisa berusaha tersenyum, menahan tangis hingga sakit tenggorokanku. Mengenalkan satu-persatu orang-orang yang menyalaminya. Sakit nenek membuatnya tiba-tiba kehilangan kekuatan ingatannya! Yang diingatnya hanyalah diriku... Ibuku juga bahkan tak dikenalinya... Setiap saat dzikir kulantunkan di telinganya, menjaganya agar tetap mengingat Allah azza wa jalla. Nenek, saat itu selusin do'a kurangkaikan dan kukirim ke arasy-Nya untuk kesembuhanmu. Aku belum ingin berpisah denganmu...

Dalam shalatku, tak henti kupintakan kesehatanmu. Dan Allah mengabulkannya! Kini, setelah kembali ke tempat tugasku, kudengar kesehatanmu perlahan-lahan kembali pulih. Sujud syukur kusembahkan pada Pencipta Langit dan Bumi. Semoga saat ku kembali nanti kau masih tetap menyambutku dengan senyum hangat menenangkan milikmu yang selalu kurindukan. Amin.

Kamis, 19 Agustus 2010

Happy Ending ID Celebration


Mengawali semuanya dengan tergesa-gesa, tanggung jawab yang tidak diinginkan, dan mau tak mau harus dijalankan. Akhirnya jadilah gambar diatas, hasil kreasi di m'word! This the suddenly team : INDEPENDENCE DAY COMITTEE 2010. Becoming brand image di T-shirt and our hat.

We are Blue.
Yep, dengan sedikit person yang kredibel yang ikhlas kerja gotong royong, dan catet JADI KETUA ITU TAK ENAK....!!!!

Tapi, di sekelilingku orang-orang yang luar biasa berdiri. THANK YOU SO MUCH, sist and bro'...... Pengen nyebutin nama mereka disini, Bunda Luluk, Penasehat spiritual, Found raising, and tentu saja pengingat step-step yang missing... hihihi... (sometimes iwed memang PELUPH...!), trus, ada "Gadis Rusia" Yuli Petrov, single fighter urusan equipment ini itu. Speechless for appreciate what your dedications.

Trus, Collector Kipas Angin, si "Ufi Speaking", thanks for adorable invitations and publication you made... (note : buat panitia taon depan, susyah banget nyari penggantinya neh...), si Asrincoy the Master of Ceremony, ada juga duo Louise and Wirda yang antusias bangets ngurusin vital acara "UPACARA", and Gank P'Youdy, Ria, Kasma, yang mengomando barisan fun games.

Pak Rudolfo, Abang Ogan Hendra, and Mpit yang rela berberat-berat ria dititipin barang2. Anak2 baseline (Fikri, Udin, Asnawi, and Sius) yang rela2 dimintai tolong ini itu, kompaq banget dah.

And terakhir, Buat My great sista' and brotha' Kak Fanny n' Kak Alu... Hiks, walopun ditinggal sendirian kalian masih mau membantuQ dari Ternate sana... Love U, mmmuach...mmuach.... n' nama2 yang tak tersebut disini. Trims Poll....


THANK'S ALL......!!!!!

Udah kayak aktris dapet oscar aja, tapi ASLI seneng banget semuanya berakhir dengan Happy Ending. Lelah, keringat, kurang tidur, kelaparan, de-el-el terbayar sudah. Thank's God for everything....

Terakhir, Q mau ucapin maap-maap yang sebesar-besarnya jika ada salah-salah yaaaaa.... Semua datang dari ketidaksempurnaanQ sbagai manusia...

MERDEKA...!!!

Rabu, 11 Agustus 2010

Do'a Ramadhan-Q

" Yaa Allah,
Semoga Ramadhan ini menjadi lebih berkualitas bagi hamba,
Berikan keistiqamahan bagi hamba untuk menjalaninya,
Hapuskanlah ya Rabb, dosa-dosa hamba di masa lalu,
Dan masukkan hamba ke dalam golongan orang-orang yang bertaqwa..."



Minggu, 08 Agustus 2010

Takkan Terganti

Hmm, tiba-tiba saja lagu ini terdengar sangat indah di telingaku...


Telah lama sendiri
Dalam langkah sepi
Tak pernah kukira bahwa akhirnya
Tiada dirimu di sisiku

Meski waktu datang dan berlalu
Sampai kau tiada bertahan
Semua takkan mampu mengubahku
Hanyalah kau yang ada di relungku

Hanyalah dirimu
Mampu membuatku jatuh dan mencinta
Kau bukan hanya sekedar indah
Kau tak akan terganti

Tak pernah ku duga bahwa akhirnya
Tergugat janjimu dan janjiku

Kau tak akan terganti


(Forgive me... Can't get you out from my mind, Mr. Keep Spirit...)

Sabtu, 31 Juli 2010

Andai Saja

Seandainya bisa dihapus seperti menghapus coretan pensil di atas selembar kertas, mungkin itu akan kulakukan. Namun, hati ini tidak mau berkompromi. Sedikitpun tidak. Kupandangi fotonya dalam-dalam, merinci tiap alur gurat-gurat wajahnya, mencari-cari kesalahan dalam cetak biru rupanya, juga kembali mengingat moment tentangnya, sampai mengurutkan detik-detik, mencoba menemukan jawaban apakah ada saat dimana ia telah membuat kesalahan nyata? Dan aku gagal. Jawabannya jelas. Dia telah memiliki hatiku, tanpa sedikitpun menyisakan sepenggal untukku.

Kini, malamku semakin panjang dengan lamunan tentangnya. Mulutku menolak semua cita rasa makanan yang enak sekali pun. Bahkan, entah mengapa tetes demi tetes airmata terjatuh tanpa sadar. Semua tentangnya membuatku semakin tersiksa menahan perasaan tak berbalas. Yang entah mengapa kunikmati rasa sakitnya.Tak ada alasan sama sekali, kenapa. Semakin kutanya semakin bingung aku. Padahal, kata "tidak"nya telah menghentikan semangatku. Telah menyurutkan hatiku untuk bertahan.

Akhirnya logikaku menyerah pada perasaanku. Asalkan dia, ya, asalkan untuk dia hati ini kujaga...

Satu tanya yang tersisa,
Mr. Keep Spirit, apa yang telah kau lakukan dengan hatiku?

Minggu, 25 Juli 2010

Love is just love

Hmm, the fact, very difficult to manage my own feeling. Determined to hard-hearted seriously but too much temptation to looking himself at the moment. I don't mind to make it all complicated, but, himself always appeared front of me. Phlegmatic, uncare, and which make me very disappointed is he does not behave like that to other people. I want to talk again, see him smiling again, even for a while.

God, I just wanna to erase him from my mind. Altough I realize, love is just love. There is no requirement to have your love. I should be grateful, at least can still saw his shoulder from behind, know his existence, know he is health, heard his voice altough faint, saw him smiling from afar while for others and the most important is saw him happy.

Sad indeed.
But, once again I should be grateful for all the remaining can I thank. No, I do not blame him on everything, it's just that maybe I was not fortunate to have the one I love. Now, I still stand here trying to become stronger and more resilient. Receive all my lucky, and convince myself that I cannot regret to loving someone like him.



Rabu, 21 Juli 2010

Daripada Kosong!

Gak terasa, setengah bulan ane gak cuap-cuap di blog ini. Rehat dari kerja sejak tanggal 2 July kemaren benar-benar males mau update tulisan. Yap, jadi daripada kosong melompong edisi bulan July jadi terpaksa bikin tulisan acak adul, yang mekso banget ini!

Nah, what's my experiences during I spend my field break...? Sleeping, Eating, and Singing. hohoho... Relax time yeah?? Btw, koq ganti bahasa gini seh? So now, back to Tg. Ulie with server yang ancur n' kehilangan access email juga i-net bikin sempat jadi "pancuri tulang" selama beberapa hari, alias makan gaji buta. Soo...rryyy, tapi apa mau dikata... emang gak ada yang benar-benar bisa dikerjain. Belum lagi masalah proyek yang Ga-Tot karena ulah masyarakat yang neko-neko. Huffftttt.... tapi, akhirnya moving deh ke area lain. Cukup bikin me and my GS (baca: great sister) pusing beratt!!

Namun, seiring gantinya hari, semuanya berjalan kembali seperti biasa. Mudah-mudahan kerja edisi kali ini gag stres-stres amat.

Come on Dewi...!! You can do the best. Trus, fokuskan pandangan, pikiran dan perasaan kepada hal-hal yang menuju ke mimpimu. Lupakan semua yang berhubungan dengan romance thing.


Alone be better for U...!!!!!!!!!!



Rabu, 30 Juni 2010

Count down

Waktunya cuti sebentar lagi. Mungkin karena memang sudah waktunya break, jadinya malah berkurang produktivitas. Seandainya tulang-tulang bisa dilepas, sudah kulakukan dari beberapa hari sebelumnya. Menggantungnya di kamar, tapi... hiii, bisa dibayangin, orang 1 Tanjung Ulie bakalan lari gak karuan. hahaha

Ditambah, kacaunya jadwal kegiatan, akibat masalah transportasi. Bikin pusing aja. Huffttt...!! Come on, please coming early second of July. I need to take a breath out from this prison. Sebenarnya tak tepat juga dibilang prison, because this is lovely prison. Aku mencintai prison ini. hehehe...

Tepatnya this is my second house, with a great friends, funny, adorable and charming... hihihi. But, tetap saja sesekali ingin keluar ngerasain yang beda. Food, situation and view yang beda. So now, how to kill the time? I just make this note, and check all data entry left, or .... sleeping!!! hohoho

Cuti... I'm coming!!!

tiga puluh Juni... satu July... dua July... Goooooo....!!

Yippiiieee....




Jumat, 25 Juni 2010

New Performance

Gotcha...!!!!
Ngeliat judulnya aja dah pada tau kalo posting ini sebagai pengantar new release of my blog background. Bosen banget liat gambar negeri dongeng yang ada hamparan rumput plus awan-awan itu... yang kupake jadi gambar blog title sebelumnya. En tiba-tiba dapet link yang ciamik n punya banyak pilihan background catchy n wonderfull. Langsung ngabisin sejam job time
(hehehe,,, orang ternate bilang : "pancuri tulang") untuk ngedit n matchingin ini itu. Walopun mungkin sebagian bilang agak sucks tapi biar dech, this my best! hohoho...

Trus, gara-gara itu jadi kepingin bikin blog baru yang isinya hanya berisi cerpen-cerpen hasil karya ane yang sementara lagi disusun. Ceritanya tentang... emmm... nanti aja dech baca sendiri. tapi masih nanti, nyari moment yang tepat for publish. Ok dech... new pic, hopefully can improve the spirit for writing continously. :p

Minggu, 20 Juni 2010

Dream come true...?


"#*%$#*&%$##*.... bla... bla... bla, if you want...?"

Subhanallah, Alhamdulillah....
Heard this offering made me like flying around the world. Sound like hyperbola thing, but that's true...!!! I said to him, "You know sir, it's like dream come true for me...?!". Unstopped myself to have the great expectations. You know, I never ever had been dreaming before to go to a place like there, let alone to improve myself. Really sorry, once again I can't stop to get a expectation more and more.

Yaa Allah, Is it the answer of everything?
Of course I know, that it's not yet inevitable, but I wish for Your decision to me, as same as my dream too. It will be prove to my parents, about the truth of my choice to standing here. Becoming a strange person for them who always pout you, and always asked you, "why should suffer your daughter to works in the jungle?".

Dad, I know make you disappointed with me, but from deep of my heart I never think to disappointing you. You like my wings, motivating me to flying highest. Remember dad, since I was child, you always teach me to provide the best and be the best. But, why now you warned me to stopped dreaming and stopped make my dream come true? Dad, I do this for you and mom.

Now, I just want to say Alhamdulillah to this great news. I just wanna waiting for the dream will be come true. And if it's not realized, I still keep Alhamdulillah becoming my humming of heart. Yaa Allah, You know what the best for my life and what a bright lights for my way. Thanks yaa Allah for everything...


Kamis, 17 Juni 2010

Passed first episode...!

Komunitas anak pipa...(katanya si goophy), sehabis kerja ngisi waktu dengan ngrumpi, hihihi...
(ki-ka : gue, goophy, pak Rudi, fetty, Om Piet, kak Fanny, Akak Thalib)


Dibawah jembatan Sake, with my great sister... ngelamun gag jelas !

Action di depan kantor enviro, peace...
(ki-ka : Akak thalib, Abang Mad, Akak Alu, n' gue)

After WBN b'day party, semua artis lokal WBN in action

Intermezzo kerja, take picture dulu. Baseline crew yang gokil abis
(ki-ka : Udin, Rein, gue, K'fanny, n' Hans)


...... 1 year in Tanjung Ulie ......



Kamis, 10 Juni 2010

Di persimpangan...


Seperti tulisanku sebelumnya dengan judul posting "Life is about choice...", aku masih benar-benar mempercayai itu semua. Bahwa setiap orang adalah raja bagi kehidupannya sendiri. Dirinyalah yang menetapkan titah-titah keputusan dalam hidupnya kemudian kelak baru akan dipertanggung jawabkannya di hadapan Sang Maha Khaliq. Dan setiap keputusan memiliki konsekuensi yang harus diterima, sebagai manifestasi hukum alam, ada sebab ada akibat.

Terkadang kita dihadapkan pada keputusan yang proses pengambilannya tak butuh waktu hingga hitungan 1 detik, melainkan cukup sepersekiannya. Tetapi ironisnya, kita lebih sering dihadapkan pada kondisi menyulitkan terpaksa harus bersikap pada dua pilihan yang benar-benar sulit, atau justru kita tak ingin memilihnya, karena memang keduanya bukan pilihan tapi keharusan. Bisa ditebak, kerut di dahi akan bertambah jumlahnya.

Dengan pertimbangan ini-itu, yang justru membuat kita semakin sulit untuk memilih, atau kita malah serasa berakhir di jalan buntu. Hufft...

Seperti yang kualami hampir tiga minggu yang lalu. Bukan, bukan mengenai asmara lagi. Hal tersebut tidak akan pernah menjadi masalah lagi, karena kini sudah kuhapus jejaknya dari hati, otak dan hidupku. Absolutely! Ini mengenai cinta dalam wujud yang berbeda.

Selama ini, aku tidak pernah menyangka bahwa suatu saat aku akan menghadapi situasi sulit ini. Entah mengapa, situasi memaksaku berkonfrontasi dengan The most beloved people in my life, ever! My parents!... Yaa Allah, bagaimana bisa aku disuruh memilih di antara 2 hal yang paling aku cintai di dunia ini. Antara orangtua dan pekerjaan... Selama ini, aku hanya mencibir ketika ada yang mengatakan idiom "seperti makan buah simalakama..." ternyata, situasi itu benar-benar membingungkan.

Namun, keputusan sudah dibuat, aku tak bergeming dengan pekerjaanku, dengan resiko kehilangan pengakuan dari kedua orangtuaku. Terdengar egois memang. Tapi sekali lagi, kepercayaan bahwa akulah yang menentukan keputusan dalam hidupku begitu mengurat akar. Hidup cuma sekali, tidak mungkin aku membiarkan orang lain yang menentukan pilihan-pilihan dalam hidupku. Ini bukan sekedar pilihan menentukan warna cat dinding atau padanan model baju. Yang jika salah dapat diulang dan diperbaiki di lain waktu. Ini mengenai pilihan yang hanya dihadapi sekali seumur hidup, tak ada rewind waktu, tak ada kesempatan remedial jika salah memilih.


Kini, aku hanya berusaha membuktikan semuanya bahwa pilihan ini adalah terbaik untukku. Juga terus berdoa pada Sang Pembolak balik Hati, Allah azza wa jalla, agar membantuku membuka dan meluluhkan hati orang yang sangat kucintai seumur hidup, sepanjang perjalanan kehidupanku, Mama dan Bapak.

*Mama, bapak, maafkan ananda jika mengecewakan kalian...

Selasa, 18 Mei 2010

Alhamdulillah...


Manusia hanya bisa berencana, Allah-lah "The Great Creator" yang menetapkan segalanya. Ada banyak hal di dunia ini yang terasa meyakinkan di mata manusia. Rezeki, jodoh, bahkan kematian yang secara implisit manusia merasa bisa menentukannya. Sungguh, manusia begitu percaya diri mengira, Allah hanya sekedar pengetuk palu, bahwa Allah tidak menetapkan lika-liku garis kehidupan yang harus dititinya. Tatkala itu tidak sesuai dengan keinginannya, seakan hatinya menghujat Allah, menuduh Allah tidak adil, juga tidak menyayanginya. Astaghfirullah al azhim...

Begitulah manusia. Tak terpikir olehnya selalu saja ada skenario besar untuknya. Selalu saja ada barter yang luar biasa di atas keinginan sesaatnya, yang dipanjatkan atas puja-pujinya pada Sang Maha Pencipta. Atau mungkin saja, peringatan untuknya bahwa porsi bersyukurnya masih dibawah standar kalau tidak mau dibilang tidak ada. Allah, Ilah yang Maha Adil. Bagi-Nya, mudah baginya memberikan apa yang diinginkan manusia saat itu juga. Kun fayakun, jadilah maka jadilah... Tapi, apakah manusia tahu hakikat segala sesuatu yang baik menurutnya hari ini, bisa jadi buruk baginya di masa nanti...?

Serangkaian pengalaman mengajak nuraniku untuk sejenak berkontemplasi merenungi semuanya. Garis takdir Allah untukku... Walau masih ada saja massa keberatan bergelayut dalam hati dan pikiran, aku harus bersyukur, aku harus memaksa, mendorong dan menyemangati tiap tetes dalam darahku untuk berseru puji syukur kepada-Nya. Aku juga harus merayu hati, otak, serta otot wajahku untuk terus tersenyum. Semua dari-Nya adalah yang terbaik, semua kreasi-Nya adalah indah, meski kadang kasat mata, namun, hanya dengan ikhlas-lah aku dapat membacanya...

Yaa Allah, jadikan aku hamba-Mu yang pandai bersyukur. Fasihkan lidah hamba dengan seruan Alhamdulillah yang tak pernah putus. Jadikan hamdalah itu, mengalir terus karena dipompa denyut nadiku, menguasai segenap jantung, hati, serta semua organ tubuhku. Apa yang terjadi hari ini, mungkin suatu saat akan kusyukuri. Engkaulah yang tahu dengan pasti apa yang terbaik untukku. Engkaulah yang sangat paham aku dan semua kehidupanku. Allah yaa Rabbi, pada-Mu hamba berserah diri dan pada-Mu kuserahkan semua masalah dan bahagiaku, senyum dan tangisku, sempit dan lapangku, segalanya, semuanya dari diriku adalah milik-Mu.... Dengan senyum kuterima semuanya...

Senin, 17 Mei 2010

Elegi si Burung dan Mawar Putih


Seorang teman bercerita padaku :

Suatu ketika ada seekor burung jatuh cinta pada setangkai mawar putih. Si burung pun kemudian mengungkapkan perasaannya kepada sang mawar putih, akan tetapi mawar putih berkata, " Aku tidak akan pernah bisa mencintaimu"

Si burung tidak menyerah begitu saja. Setiap hari, dia mendatangi mawar putih hanya untuk bertemu dan memandang mawar putih. Terus seperti itu. Sehingga, datang saat mawar putih berkata, " Aku akan mencintai kamu, jika kamu mampu mengubahku menjadi mawar merah..."

Setelah waktu berlalu, burung pun kembali menemui mawar putih, dia kemudian memotong kedua sayapnya dan menebarkan darahnya pada mawar putih, hingga mawar putih pun berubah menjadi merah.

Akhirnya, mawar putih pun sadar seberapa besar cinta si burung untuk dirinya. Tapi semuanya telah terlambat, karena tak selang berapa lama si burung menjemput ajalnya, dan tak akan pernah kembali ke dunia.

Teman saya itu pun mengatakan pada saya, hargailah siapapun yang mencintai kamu, sebelum dia pergi meninggalkanmu untuk selamanya...

*Thank's a lot to him who told me a beautiful story...

Sabtu, 15 Mei 2010

Life is about take and give



Saat itu kepalaku penuh dengan banyak makian untuk satu kata. Teamwork. What a nonsense! Semua karena kejadian sore itu.

Setelah seharian berkeliling ke semua tempat pengukuran. Dan berakhir ke Santa Monica. Aku kembali ke main site di atas jam kerja seharusnya. Tapi tuntutan sampling yang sangat mendesak, harus dikirim besok pagi via charter flight, membuatku harus melanjutkan pekerjaan. Sampling terakhir kulakukan di Sediment Treatment Pond atau denotasinya tempat pembuangan limbah cair domestik. Terbayanglah limbah-limbah pencucian, sanitasi, yang juga berarti limbah manusia, air seni, ludah, ingus, juga mungkin air mani dan darah menstruasi akan berakhir sempurna disitu! Maaf, bukan sengaja membuat yang membaca ini muntah. Tapi that's the real condition.

Mengingat begitu banyak barang yang harus dibawa sendirian dan semuanya cukup besar. akhirnya, dengan pedenya aku datangi Enviro office, berharap minta bantuan berharap ada yang mau membantu setidaknya membawakan barang yang lumayan bejibun itu. Sebenarnya aku bukan tipe perempuan yang suka minta bantuan ini-itu. Tapi mengingat tanganku cuma dua (kecil pula...) dan harus membawa sampling equip tadi, makanya aku mencoba sedikit toleransi pada diriku sendiri.

Tapi, SUMPAHHH...!!!
Menyesal buang suara untuk minta tolong sama mereka. Ternyata, jawabannya cukup menyakitkan hati. "Dari tadi ngapain aja loe?"... "Ga dapat overtime, jadi sorry lah ya!"... and bla...bla...bla... Bullshit...!!! kalau memang tidak mau membantu, ya sudah, cukup bilang saja tidak mau. Malah komentar ini itu. Darahku segera saja meluncur naik menuju ubun-ubun. Seandainya kulit dan dagingku terbuat dari kaca yang tembus pandang, mereka bisa melihat, kecepatan darahku sepersekian detik sudah naik ke otak dan memenuhi semua isi kepalaku. Apalagi, ternyata saat itu mereka tidak sibuk bekerja, tapi BERMAIN!!! COUNTER STRIKE...!! EDANNNN....!!!

Haloo... apa kabar Teamwork, apa kabar Kekompakan team...! NONSENSE...BULLSHIT...!! Ingatanku masih sangat panas; Iwed, bantu bikin sambal kah,,, Iwed, bantu edit foto kah? Iwed, bantu bikin ini bikin itu kah?... Dan aku cuma tersenyum.

Sepanjang perjalanan, batinku terus mengamuk. Balasan seperti apa yang harus kubuat untuk mereka?? Tapi terus saja, nuraniku melancarkan demonstrasi dan berteriak, "Apa beda aku dan mereka? Sosok manusia tak tahu balas budi".

Akhirnya aku cuma bisa merenungi sifat sebagian manusia. Sosok yang oportunis, memandang semuanya berdasarkan apa yang menguntungkan bagi mereka, egois, dan tidak bisa memberi dan menerima. Di saat mereka membutuhkan, mereka memasang tampang menjijikkan kemudian memelas dipenuhi keinginannya. Namun di saat kondisi berbalik, 1001 alasan dibuatnya bahkan menjustifikasi ketidakmampuan seseorang yang hendak meminta pertolongan. Bagaimana bisa ada orang seperti itu hidup di dunia ini...?

Life is about take and give, hidup adalah saling memberi dan menerima. Mengapa tidak semua orang memiliki pemikiran seperti itu? Bukankah indah bila mengetahui kita berguna orang lain? Bukankah membahagiakan bila melihat orang lain bahagia karena kita. Bukan permasalahan reward atau ucapan terima kasih, tapi senyum orang lain karena kita telah menolongnya adalah benar-benar kebahagiaan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.

Yaa Allah, akhirnya aku cuma bisa memohon jauhkan hamba-Mu ini dari sifat seperti itu. Dan jadikan aku manusia yang berguna bagi manusia yang lain, karena bagiku kebahagiaan bukan cuma sekedar mendapatkan materi untuk diri pribadi, tapi bahagia menemukan diri sendiri sanggup menghadirkan matahari dalam hati dan jiwa insan-Mu yang lain.

*Inspired by digusting moment in the office

Kamis, 13 Mei 2010

* Sutera Kasih *


Kian lama terpenjara mencari makna cinta,

Dalam ungkap kata bersulam dusta

Hingga gerbang rahmat terbuka

Menjelma cinta suci sehalus dan selembut sutera kasih


Terbentanglah, tersingkap kebenaran

Terlerailah, terbenam kepalsuan


Tuhan...

Pada Mu ada kedamaian

Di ribaan Mu kebahagiaan

Tiada lagi rasa kesangsian di hati

Cinta Mu, cinta tulus suci murni

Kasih Mu nan abadi


Bertautlah, perjambangan cinta

Mengalun dalam jiwa

Menemukan kerinduan syahdu

Pada Yang Maha Esa


Sutera kasih membelai,

Membalut kedukaan itu

Sutera melambai mengisi kekosongan pengharapan


Jangan pasrahkan kehidupan

Mengarungi cabaran,

Rintangan perjalanan di hadapan


Do’a dan tetes air mata,

Mendamba sutera kasih

Agar terus bersemi selamanya



**(Yaa Allah, kuatkanlah hambaMu...)

Rabu, 12 Mei 2010

Usai


7 bulan lalu, hidupku rasanya ringan seringan kapas. Setelah meyakinkan diri bahwa tak mungkin lagi mengharap yang telah pergi. Setelah mengokohkan hati bahwa Allah pastilah sengaja merancang skenario yang bagi manusia sepertiku sangatlah pahit, bahkan untuk menelan ludah saja aku tak mampu. Pahit, benar-benar sangat pahit.

Waktu demi waktu bergulir seiring dengan sembuhnya luka hati. Perlahan-lahan rona wajahku kembali, semangat hidupku menyapa lagi, bahkan tawa lepasku juga hadir lagi. Menyebut nama seseorang yang pernah menyakiti hati juga kini tak membuatku sesak dan sakit lagi. Biasa, sangat biasa. Kuanggap sebagai masa lalu yang membuat hidupku jadi berwarna-warni.

Keyakinan bahwa hidupku harus terus berlanjut terus memompa denyut nadiku. Hanya diriku yang harus kuandalkan dalam membentuk masa depan. Bukan siapa-siapa. Mama, Bapak, Kakak dan adik menjadi penyemangat dalam perlombaan marathon kehidupanku. Merekalah yang paling berharga yang pernah aku miliki. Yang terus berdiri disisiku ketika aku jatuh dan terpuruk. Segala pujian dan terima kasih tak terhingga kuunggah untuk mereka.

Namun, ketika memasuki Maret 2010, seseorang hadir dalam hatiku, bertahta dan menari-nari indah dalam benakku. Senyum, anggun lakunya, halusnya tutur kata dan kesederhanaannya begitu menggugahku. Membuatku merasa beruntung mengenalnya. Tatkala sikapnya yang menurutku "tak biasa" merayu-rayu jiwaku, aku merasakan panggilan-panggilan nuraniku untuk menyimpan sebuah kata, HARAPAN.

Tentu saja harapan untuk memiliki hatinya, auranya, dan semua yang indah pada dirinya. Kupaksakan otak kiriku untuk menunggu... menunggu... dan menunggu. Dan otak kananku terus merangkai khayalan-khayalan indah tentangnya. Andaikan, jika, bila saja... kalau... dan kalau lagi, yang tak pernah berhenti. Terus saja seperti itu. Sementara, sang "DIA" tak sedikitpun peduli. Menyibukkan dirinya dalam dunianya, tanpa menoleh sedikitpun padaku.

Hingga hari ini, penantianku mencapai satu episode, dimana aku mengingat babak-babak hidupku diawal 2007. Ketika pertama mengenal dan memulai merasakan "sesuatu" terhadap si pembuat sakit hati.

Sama. Benar-benar sama. Tanpa ucap kata kepastian, tapi sikapnya "menjebakku". Bayang-bayang kelam memenuhi imajinasiku, menyergapku dari segala penjuru. Sesak, dan sesak lagi. Ya Allah, aku tak ingin mengulangnya lagi. Cukup...! Tak boleh ada lagi penantian-penantian bodoh yang menyiksa hati. Hatiku terlalu sehat untuk disakiti lagi. Bukan, bukan aku menjadi orang yang mudah menyerah, tapi, aku ingin menjadi sangat rasional. Rasional terhadap diriku sendiri.

Saat ini, titik nadirku tiba. Semuanya harus ditata lagi. Pikiran-pikiran bodoh yang dirancang otak kiri akibat hasutan lembut sang otak kananku harus kubuang jauh-jauh. Sangat jauh. Nama itu harus kuhapus perlahan-lahan. Perasaanku harus kukembalikan ke tempatnya semula. Semuanya harus kembali ke 7 bulan lalu, saat tak ada apa-apa di hatiku. Saat hidupku terasa ringan seringan kapas. Saat tak ada desiran-desiran aneh dalam hati. Saat senandung hati hanya kepada Sang Maha Kuasa. Saat benak, lahir batinku, semuanya berisikan lagu-lagu untuk mama dan bapakku. Ya Allah kuatkan tekadku untuk membuat semuanya menjadi "normal" kembali...

Esok, akan kusambut pagi beserta matahari yang akan menghangatkan kalbuku, juga kusapa tetesan embun yang akan kubalur dalam jiwaku agar bersih kembali, karena semuanya telah usai...


Usai.
(yaa Allah, tolonglah hambamu yang lemah ini... Mama, tiba-tiba aku sangat merindukanmu...)

Minggu, 09 Mei 2010

Me and Red Uniform





Lima tahun lalu, merah adalah warna yang paling ane benci. Gak tahu tuch, gak suka aja warnanya. Dominan, kuat, terlalu menarik perhatian dan mengintimidasi. Bikin pusing aja. Itu lima tahun yang lalu sodara-sodara. Setelah kejadian buruk dalam kehidupan ane (baca : ditinggal kawin pacar yang waktu itu beloved banget dech, catet waktu itu, sekarang not anymore! hihihi... ketakutan banget seh, kalo diartiin laen sama someone) Ane bertekad, gak bakalan mau unhappy sementara "syaithan terkutuk" itu tertawa-tawa! hehehe... lebay!

Merah sebagai warna tanda keberanian jadi favorit buat dipake kemana-mana, mo nunjukin I'm single and verry happy (sorry mbak Oppie : minjem istilahnya) sekalian mo kasih tahu berlalulah masa hitam kelam, gelap gulita, walopun warna hitam masih jadi top choice juga... Plus, ternyata seragam baru kantor diganti dari biru dongker jadi merah menyala! Lengkap sudah.

Alhasil, berposelah ane dengan berbagai macam gaya and lokasi dengan seragam merah tercinta ini. hahaha... narcis sih! tapi peduli amirrr.... Go Red... Go Red... Go Red...!

Jumat, 07 Mei 2010

Once upon a time, when you confused about...


I can't hold my heart !
Maybe that's a match sentence to express what I felt. Absolutely crazy,,, oh no, it's disgusting...!! How, if your mind full of someone and always kept to missing him , and then get a big wishes to get his message. What a poor girl...! I hate this. And what he said, just "Take it easy...!" Huffttt... make you like becoming someone who haven't self esteem. Sucks...!

Why this feeling becoming a trouble? I don't know...!
Logically, when someone went for a while, and should back to same place with you, there is no reason to think missed. And you just waiting for the time passed and be together again. You must thinking to give him, a space for his own life, and what you do? Just do your track...!

The important thing, that make everything easily if you only praying to God for his safety and he will enjoy his time. Maybe really nice to remember what a Bob Marley's said, "Everything gonna be alright...!". See, that easy to do yeah...? Please just calm down, take a deep breath, and keep believe that the time will answer every task...

"Keep spirit...!"

Selasa, 27 April 2010

Myself, Black and white inside...


Dunia semula terlihat hitam dan putih

Kebencian, hitam
Keangkuhan, hitam
Amarah, hitam
Ketidakpedulian, Iri, dengki, penindasan, ketidakadilan, hitam... hitam...hitam...!
Kata mutiara, hitam
Kerinduan, hitam
Rayuan, hitam
Pujian dan sanjungan, hitam
Romansa, hitam
dan...
Cinta, hitam

H I T A M.....!!!!
Titikkk...!!!

Kebersamaan sahabat, putih
nyanyian sendu, putih
Ibunda, putih
Keluarga, putih
Kesendirian dan kesunyian, putih

Waktu hanya merupakan perputaran jarum jam tanpa makna,
Dan usia hanya pertambahan angka-angka
Terseret rutinitas dan tuntutan, yang mau tidak mau membelenggu

Namun, mendadak semuanya berubah!

Ketika, perlahan-lahan jiwaku yang lelah berkelana
berhenti di satu titik
Menyelami satu sosok yang hadir sekelebat
menyadari keberadaannya yang membumi
Warna-warni cahaya pun turun ke pangkuanku
menari-nari, zig zag tak terkendali
liar menabrak-nabrak batas imajinasi
Silau mataku olehnya
Tapi hatiku terus mensyukurinya,
sambil mendendangkan satu nama
dan satu kata
Cinta...




Senin, 26 April 2010

All about him...



Bagaimana memulai deskripsi tentang "dia"

Seseorang yang kini bertahta di hati. Dia yang senyumnya selalu kunanti, di pagi, siang hari, dan petang. Tak ada alasan yang benar-benar spesifik, untuk menjawab mengapa hingga dia mampu merebut sejumlah besar porsi lamunanku, semua sudut pandangan mataku, dan sebagian hatiku yang telah utuh kembali setelah mengalami masa-masa kronis. Lantas, entah mengapa melihat senyumnya membuatku merasa tenang. Tak ada...! Sama sekali tidak ada saat dimana hatiku mencemaskan bagaimana rupanya, bagaimana orang memandang dirinya dan cibiran-cibiran dunia yang dialamatkan padanya. Dia tetap tampak sempurna, untukku.

Pesan-pesan singkat yang selalu kunanti darinya, mendadak menjadi narkotika yang benar-benar membuatku sampai pada kondisi kecanduan yang sangat parah. Dan putik bersimbol hati, bergelar "cinta" mulai bergetar pecah, perlahan-lahan membesar dan siap untuk disentuh sang kumbang.

Pada saat tertentu, ketika benar-benar tak ada prasangka dan saat logika menyapu bersih semua angan-angan indah tentangnya, ia datang, dengan caranya yang anggun merentangkan sayapnya dan membawaku terbang. Selalu dengan senyum tulus yang terus tersungging di sudut bibirnya. Menyebarkan bulir-bulir cahaya berpendar keemasan yang membuatku berpikir, aku ada dalam satu pojok sisi hatinya.

Namun, sekali lagi hatinya begitu dalam dan pekat untuk diselami, pikirannya terlalu rumit untuk dijabarkan. Membingungkan...!

Ia adalah rumus matematika yang telah direkayasa sedemikian rupa hingga aku dibuatnya menjelma menjadi professor linglung yang sekarat diatas tinta dan kertas-kertas yang menguning. Hmmm, benar-benar membingungkan...!

Namun, takkan bisa kupungkiri, namanya kini memenuhi seluruh rongga otakku, koridor-koridor kosong di hatiku, menguasai mimpi-mimpi malamku, dengan kesederhanaan dan kesahajaannya yang selalu dan akan terus selalu mempesonaku. Memikatku. Memenjarakanku dalam sejuta tanyaku tentangnya... Mungkinkah aku memilikinya...?

(Dedicate to someone who always said to me : "Keep Spirit...")

Rabu, 24 Februari 2010

New Room, New Pleasant


22 February 2010. kita-kita terpaksa ngangkut barang-barang dari C11 ke G4. Untung ada bantuan dari crew yang emang disetting bantuin ngangkut barang... hehehe...

Satu hal yang sedikit berbeda, there is more attention for our accomodation. Because any specific reason, our room mate had been ehm...ehm... with someone have duty to give equipments for us... hehehehehehe.... (kecipratan dech...)

Malam pertama tidur, ga' ada satupun yang bisa tidur nyenyak. Biasa... tempat baru biasanya gitu. Me, k'fanny, si Pink, Iyam, Ghe (Mungkin...) ngeluhin hal yang sama. Btw, semakin nyaman aja tempat tinggal baru ini, tapi, jauhhhhh....!!! di Blok G, Blok paling ujung, yang paling deket hutan.

Hmmm, after all, Alhamdulillah, Thank's God make everything easily...