Selasa, 27 April 2010

Myself, Black and white inside...


Dunia semula terlihat hitam dan putih

Kebencian, hitam
Keangkuhan, hitam
Amarah, hitam
Ketidakpedulian, Iri, dengki, penindasan, ketidakadilan, hitam... hitam...hitam...!
Kata mutiara, hitam
Kerinduan, hitam
Rayuan, hitam
Pujian dan sanjungan, hitam
Romansa, hitam
dan...
Cinta, hitam

H I T A M.....!!!!
Titikkk...!!!

Kebersamaan sahabat, putih
nyanyian sendu, putih
Ibunda, putih
Keluarga, putih
Kesendirian dan kesunyian, putih

Waktu hanya merupakan perputaran jarum jam tanpa makna,
Dan usia hanya pertambahan angka-angka
Terseret rutinitas dan tuntutan, yang mau tidak mau membelenggu

Namun, mendadak semuanya berubah!

Ketika, perlahan-lahan jiwaku yang lelah berkelana
berhenti di satu titik
Menyelami satu sosok yang hadir sekelebat
menyadari keberadaannya yang membumi
Warna-warni cahaya pun turun ke pangkuanku
menari-nari, zig zag tak terkendali
liar menabrak-nabrak batas imajinasi
Silau mataku olehnya
Tapi hatiku terus mensyukurinya,
sambil mendendangkan satu nama
dan satu kata
Cinta...




Senin, 26 April 2010

All about him...



Bagaimana memulai deskripsi tentang "dia"

Seseorang yang kini bertahta di hati. Dia yang senyumnya selalu kunanti, di pagi, siang hari, dan petang. Tak ada alasan yang benar-benar spesifik, untuk menjawab mengapa hingga dia mampu merebut sejumlah besar porsi lamunanku, semua sudut pandangan mataku, dan sebagian hatiku yang telah utuh kembali setelah mengalami masa-masa kronis. Lantas, entah mengapa melihat senyumnya membuatku merasa tenang. Tak ada...! Sama sekali tidak ada saat dimana hatiku mencemaskan bagaimana rupanya, bagaimana orang memandang dirinya dan cibiran-cibiran dunia yang dialamatkan padanya. Dia tetap tampak sempurna, untukku.

Pesan-pesan singkat yang selalu kunanti darinya, mendadak menjadi narkotika yang benar-benar membuatku sampai pada kondisi kecanduan yang sangat parah. Dan putik bersimbol hati, bergelar "cinta" mulai bergetar pecah, perlahan-lahan membesar dan siap untuk disentuh sang kumbang.

Pada saat tertentu, ketika benar-benar tak ada prasangka dan saat logika menyapu bersih semua angan-angan indah tentangnya, ia datang, dengan caranya yang anggun merentangkan sayapnya dan membawaku terbang. Selalu dengan senyum tulus yang terus tersungging di sudut bibirnya. Menyebarkan bulir-bulir cahaya berpendar keemasan yang membuatku berpikir, aku ada dalam satu pojok sisi hatinya.

Namun, sekali lagi hatinya begitu dalam dan pekat untuk diselami, pikirannya terlalu rumit untuk dijabarkan. Membingungkan...!

Ia adalah rumus matematika yang telah direkayasa sedemikian rupa hingga aku dibuatnya menjelma menjadi professor linglung yang sekarat diatas tinta dan kertas-kertas yang menguning. Hmmm, benar-benar membingungkan...!

Namun, takkan bisa kupungkiri, namanya kini memenuhi seluruh rongga otakku, koridor-koridor kosong di hatiku, menguasai mimpi-mimpi malamku, dengan kesederhanaan dan kesahajaannya yang selalu dan akan terus selalu mempesonaku. Memikatku. Memenjarakanku dalam sejuta tanyaku tentangnya... Mungkinkah aku memilikinya...?

(Dedicate to someone who always said to me : "Keep Spirit...")