Sabtu, 31 Juli 2010

Andai Saja

Seandainya bisa dihapus seperti menghapus coretan pensil di atas selembar kertas, mungkin itu akan kulakukan. Namun, hati ini tidak mau berkompromi. Sedikitpun tidak. Kupandangi fotonya dalam-dalam, merinci tiap alur gurat-gurat wajahnya, mencari-cari kesalahan dalam cetak biru rupanya, juga kembali mengingat moment tentangnya, sampai mengurutkan detik-detik, mencoba menemukan jawaban apakah ada saat dimana ia telah membuat kesalahan nyata? Dan aku gagal. Jawabannya jelas. Dia telah memiliki hatiku, tanpa sedikitpun menyisakan sepenggal untukku.

Kini, malamku semakin panjang dengan lamunan tentangnya. Mulutku menolak semua cita rasa makanan yang enak sekali pun. Bahkan, entah mengapa tetes demi tetes airmata terjatuh tanpa sadar. Semua tentangnya membuatku semakin tersiksa menahan perasaan tak berbalas. Yang entah mengapa kunikmati rasa sakitnya.Tak ada alasan sama sekali, kenapa. Semakin kutanya semakin bingung aku. Padahal, kata "tidak"nya telah menghentikan semangatku. Telah menyurutkan hatiku untuk bertahan.

Akhirnya logikaku menyerah pada perasaanku. Asalkan dia, ya, asalkan untuk dia hati ini kujaga...

Satu tanya yang tersisa,
Mr. Keep Spirit, apa yang telah kau lakukan dengan hatiku?

Minggu, 25 Juli 2010

Love is just love

Hmm, the fact, very difficult to manage my own feeling. Determined to hard-hearted seriously but too much temptation to looking himself at the moment. I don't mind to make it all complicated, but, himself always appeared front of me. Phlegmatic, uncare, and which make me very disappointed is he does not behave like that to other people. I want to talk again, see him smiling again, even for a while.

God, I just wanna to erase him from my mind. Altough I realize, love is just love. There is no requirement to have your love. I should be grateful, at least can still saw his shoulder from behind, know his existence, know he is health, heard his voice altough faint, saw him smiling from afar while for others and the most important is saw him happy.

Sad indeed.
But, once again I should be grateful for all the remaining can I thank. No, I do not blame him on everything, it's just that maybe I was not fortunate to have the one I love. Now, I still stand here trying to become stronger and more resilient. Receive all my lucky, and convince myself that I cannot regret to loving someone like him.



Rabu, 21 Juli 2010

Daripada Kosong!

Gak terasa, setengah bulan ane gak cuap-cuap di blog ini. Rehat dari kerja sejak tanggal 2 July kemaren benar-benar males mau update tulisan. Yap, jadi daripada kosong melompong edisi bulan July jadi terpaksa bikin tulisan acak adul, yang mekso banget ini!

Nah, what's my experiences during I spend my field break...? Sleeping, Eating, and Singing. hohoho... Relax time yeah?? Btw, koq ganti bahasa gini seh? So now, back to Tg. Ulie with server yang ancur n' kehilangan access email juga i-net bikin sempat jadi "pancuri tulang" selama beberapa hari, alias makan gaji buta. Soo...rryyy, tapi apa mau dikata... emang gak ada yang benar-benar bisa dikerjain. Belum lagi masalah proyek yang Ga-Tot karena ulah masyarakat yang neko-neko. Huffftttt.... tapi, akhirnya moving deh ke area lain. Cukup bikin me and my GS (baca: great sister) pusing beratt!!

Namun, seiring gantinya hari, semuanya berjalan kembali seperti biasa. Mudah-mudahan kerja edisi kali ini gag stres-stres amat.

Come on Dewi...!! You can do the best. Trus, fokuskan pandangan, pikiran dan perasaan kepada hal-hal yang menuju ke mimpimu. Lupakan semua yang berhubungan dengan romance thing.


Alone be better for U...!!!!!!!!!!