Rabu, 30 Juni 2010

Count down

Waktunya cuti sebentar lagi. Mungkin karena memang sudah waktunya break, jadinya malah berkurang produktivitas. Seandainya tulang-tulang bisa dilepas, sudah kulakukan dari beberapa hari sebelumnya. Menggantungnya di kamar, tapi... hiii, bisa dibayangin, orang 1 Tanjung Ulie bakalan lari gak karuan. hahaha

Ditambah, kacaunya jadwal kegiatan, akibat masalah transportasi. Bikin pusing aja. Huffttt...!! Come on, please coming early second of July. I need to take a breath out from this prison. Sebenarnya tak tepat juga dibilang prison, because this is lovely prison. Aku mencintai prison ini. hehehe...

Tepatnya this is my second house, with a great friends, funny, adorable and charming... hihihi. But, tetap saja sesekali ingin keluar ngerasain yang beda. Food, situation and view yang beda. So now, how to kill the time? I just make this note, and check all data entry left, or .... sleeping!!! hohoho

Cuti... I'm coming!!!

tiga puluh Juni... satu July... dua July... Goooooo....!!

Yippiiieee....




Jumat, 25 Juni 2010

New Performance

Gotcha...!!!!
Ngeliat judulnya aja dah pada tau kalo posting ini sebagai pengantar new release of my blog background. Bosen banget liat gambar negeri dongeng yang ada hamparan rumput plus awan-awan itu... yang kupake jadi gambar blog title sebelumnya. En tiba-tiba dapet link yang ciamik n punya banyak pilihan background catchy n wonderfull. Langsung ngabisin sejam job time
(hehehe,,, orang ternate bilang : "pancuri tulang") untuk ngedit n matchingin ini itu. Walopun mungkin sebagian bilang agak sucks tapi biar dech, this my best! hohoho...

Trus, gara-gara itu jadi kepingin bikin blog baru yang isinya hanya berisi cerpen-cerpen hasil karya ane yang sementara lagi disusun. Ceritanya tentang... emmm... nanti aja dech baca sendiri. tapi masih nanti, nyari moment yang tepat for publish. Ok dech... new pic, hopefully can improve the spirit for writing continously. :p

Minggu, 20 Juni 2010

Dream come true...?


"#*%$#*&%$##*.... bla... bla... bla, if you want...?"

Subhanallah, Alhamdulillah....
Heard this offering made me like flying around the world. Sound like hyperbola thing, but that's true...!!! I said to him, "You know sir, it's like dream come true for me...?!". Unstopped myself to have the great expectations. You know, I never ever had been dreaming before to go to a place like there, let alone to improve myself. Really sorry, once again I can't stop to get a expectation more and more.

Yaa Allah, Is it the answer of everything?
Of course I know, that it's not yet inevitable, but I wish for Your decision to me, as same as my dream too. It will be prove to my parents, about the truth of my choice to standing here. Becoming a strange person for them who always pout you, and always asked you, "why should suffer your daughter to works in the jungle?".

Dad, I know make you disappointed with me, but from deep of my heart I never think to disappointing you. You like my wings, motivating me to flying highest. Remember dad, since I was child, you always teach me to provide the best and be the best. But, why now you warned me to stopped dreaming and stopped make my dream come true? Dad, I do this for you and mom.

Now, I just want to say Alhamdulillah to this great news. I just wanna waiting for the dream will be come true. And if it's not realized, I still keep Alhamdulillah becoming my humming of heart. Yaa Allah, You know what the best for my life and what a bright lights for my way. Thanks yaa Allah for everything...


Kamis, 17 Juni 2010

Passed first episode...!

Komunitas anak pipa...(katanya si goophy), sehabis kerja ngisi waktu dengan ngrumpi, hihihi...
(ki-ka : gue, goophy, pak Rudi, fetty, Om Piet, kak Fanny, Akak Thalib)


Dibawah jembatan Sake, with my great sister... ngelamun gag jelas !

Action di depan kantor enviro, peace...
(ki-ka : Akak thalib, Abang Mad, Akak Alu, n' gue)

After WBN b'day party, semua artis lokal WBN in action

Intermezzo kerja, take picture dulu. Baseline crew yang gokil abis
(ki-ka : Udin, Rein, gue, K'fanny, n' Hans)


...... 1 year in Tanjung Ulie ......



Kamis, 10 Juni 2010

Di persimpangan...


Seperti tulisanku sebelumnya dengan judul posting "Life is about choice...", aku masih benar-benar mempercayai itu semua. Bahwa setiap orang adalah raja bagi kehidupannya sendiri. Dirinyalah yang menetapkan titah-titah keputusan dalam hidupnya kemudian kelak baru akan dipertanggung jawabkannya di hadapan Sang Maha Khaliq. Dan setiap keputusan memiliki konsekuensi yang harus diterima, sebagai manifestasi hukum alam, ada sebab ada akibat.

Terkadang kita dihadapkan pada keputusan yang proses pengambilannya tak butuh waktu hingga hitungan 1 detik, melainkan cukup sepersekiannya. Tetapi ironisnya, kita lebih sering dihadapkan pada kondisi menyulitkan terpaksa harus bersikap pada dua pilihan yang benar-benar sulit, atau justru kita tak ingin memilihnya, karena memang keduanya bukan pilihan tapi keharusan. Bisa ditebak, kerut di dahi akan bertambah jumlahnya.

Dengan pertimbangan ini-itu, yang justru membuat kita semakin sulit untuk memilih, atau kita malah serasa berakhir di jalan buntu. Hufft...

Seperti yang kualami hampir tiga minggu yang lalu. Bukan, bukan mengenai asmara lagi. Hal tersebut tidak akan pernah menjadi masalah lagi, karena kini sudah kuhapus jejaknya dari hati, otak dan hidupku. Absolutely! Ini mengenai cinta dalam wujud yang berbeda.

Selama ini, aku tidak pernah menyangka bahwa suatu saat aku akan menghadapi situasi sulit ini. Entah mengapa, situasi memaksaku berkonfrontasi dengan The most beloved people in my life, ever! My parents!... Yaa Allah, bagaimana bisa aku disuruh memilih di antara 2 hal yang paling aku cintai di dunia ini. Antara orangtua dan pekerjaan... Selama ini, aku hanya mencibir ketika ada yang mengatakan idiom "seperti makan buah simalakama..." ternyata, situasi itu benar-benar membingungkan.

Namun, keputusan sudah dibuat, aku tak bergeming dengan pekerjaanku, dengan resiko kehilangan pengakuan dari kedua orangtuaku. Terdengar egois memang. Tapi sekali lagi, kepercayaan bahwa akulah yang menentukan keputusan dalam hidupku begitu mengurat akar. Hidup cuma sekali, tidak mungkin aku membiarkan orang lain yang menentukan pilihan-pilihan dalam hidupku. Ini bukan sekedar pilihan menentukan warna cat dinding atau padanan model baju. Yang jika salah dapat diulang dan diperbaiki di lain waktu. Ini mengenai pilihan yang hanya dihadapi sekali seumur hidup, tak ada rewind waktu, tak ada kesempatan remedial jika salah memilih.


Kini, aku hanya berusaha membuktikan semuanya bahwa pilihan ini adalah terbaik untukku. Juga terus berdoa pada Sang Pembolak balik Hati, Allah azza wa jalla, agar membantuku membuka dan meluluhkan hati orang yang sangat kucintai seumur hidup, sepanjang perjalanan kehidupanku, Mama dan Bapak.

*Mama, bapak, maafkan ananda jika mengecewakan kalian...